Date: 29 April 2021
Time: 14:00 - 16:00 WIB via Zoom Webinar

 

KEYNOTE SPEECH

Ir. Rida Mulyana - Direktur Jenderal Ketenagalistrikan

 

OPENING & CLOSING REMARK:

Eddie Widiono - Founder PJCI

 

SPEAKERS:

Suroso Isnandar - General Manager PLN P2B

Evy Haryadi - Senior Executive Vice President of PT PLN (Persero)

Prof.Dr. Antonius Nanang Tyasbudi P. M.Sc.* - Dosen Institut Teknologi Bandung

 

MODERATOR:

Kevin Marojahan - Dosen Institut Teknologi Bandung

 

TENTANG WEBINAR

Sejak tahun 2011, dunia telah memasuki Revolusi Industry 4.0, yang ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi, dan batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi. Indonesia telah berkomitmen untuk membangun industri manufaktur yang berdaya saing global melalui percepatan implementasi Industri 4.0. Guna mencapai sasaran tersebut, diperlukan langkah kolaboratif yang melibatkan beberapa pemangku kepentingan, mulai dari institusi pemerintahan, asosiasi dan pelaku industri, hingga unsur akademisi. (Kementerian Perindustrian RI, 2018).

Menjawab tantangan sekaligus peluang tersebut, Industri otomasi yang mengintegrasikan antara prosesor sebagai kontroler dengan sejumlah sensor dan aktuator serta melakukan transfer data ke dan dari Human–Machine Interface melalui internet perlu dibahas dan diketahui pengembangannya - SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) yang berbentuk sistem kontrol proses jarak jauh dengan memanfaatkan media internet. Alasan digunakannya SCADA adalah karena adanya kebutuhan untuk melakukan pengawasan langsung dari penyaluran tenaga listrik, yaitu dengan melakukan pengumpulan informasi keadaan peralatan atau perangkat di lapangan dan mengambil tindakan atas informasi tersebut secara remote atau jarak jauh secara real time dan terpusat. Proses pengendalian terhadap aktuator sistem dilakukan oleh kontroler dengan cara membaca status seperangkat sensor yang terdapat pada sistem tersebut, mengolah data sensor dan menghasilkan sebuah keputusan berupa pergerakan aktuator. Untuk bisa membaca data maka terlebih dahulu harus dilakukan proses akuisisi data sensor supaya format datanya sesuai dengan kontroler dan aktuator.

IoT merupakan “advance of SCADA” atau web SCADA, saat data sistem disimpan ke “cloud” sehingga antar piranti bisa saling berkomunikasi. Istilah IoT yang digunakan dalam ranah industri lebih tepat jika menggunakan istilah IIoT (Industrial Internet of Things). IIoT mencakup semua fungsi SCADA. Dengan kata lain IIoT merupakan sebuah SCADA dengan tambahan kemampuan, antara lain komunikasi antar komponen pada keseluruhan sistem via internet sehingga semua piranti sistem dapat saling bertukar data. Suatu sistem SCADA terdiri dari sejumlah RTU (Remote Terminal Unit), sebuah MS (Master Station)/ RCC (Region Control Center) dan jaringan telekomunikasi data antara RTU dan MS. Dalam komunikasi antara MS dengan setiap RTU dilakukan melalui media yang bisa berupa fiber optik, PLC (power line carrier), atau melalui radio, dimana dalam hal ini data dikirimkan dengan protocol tertentu (biasanya tergantung vendor SCADA yang dipakai) misalnya Indactic 33, IEC-60870, dll. Sistem ini banyak dipakai di lapangan produksi minyak dan gas (Upstream), Jaringan Listrik Tegangan Tinggi (Power Distribution) dan beberapa aplikasi sejenis dimana sistem dengan konfigurasi seperti ini dipakai untuk memonitor dan mengontrol areal produksi yang tersebar di area yang cukup luas.