PLTA MUSI MAMPU AMANKAN LISTRIK TIGA PROVINSI
21 December 2018 | sumsel.tribunnews.com
 
PLTA Musi Mampu Amankan Listrik Tiga Provinsi
Petugas memberi arahan dan mengenal sistem pengerjaan PLN di Power House PLN Bengkulu. 
 
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG--PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Bengkulu memiliki dua pembangkit listrik yakni PLTA Musi dan PLTA Tes. Khusus PLTA Musi memiliki daya 210 MW, sehingga mampu mengamankan listrik di Provinsi Bengkulu, Sumsel hingga Lampung.
 
Hal tersebut diungkapkan General Manager UPDK Bengkulu Yuliandra saat menerima kunjungan Media Gathering 'Build a Great Synergy between PLN and Media' di ruang rapat UPDK Bengkulu, Selasa (18/12/2018) lalu.
 
Yuliandra mengatakan, PLTA Musi merupakan bendungan type Run Of River dengan gedung pembangkit (power house) yang berada 400 meter di bawah tanah. PLTA Musi memanfaatkan aliran Sungai Musi di sebelah hulu dan pembuangan akhir ke aliran Sungai Simpang Aur di sebelah hilir dengan daya terpasang sebesar 7x70 MW atau 210 MW.
 
"Dengan daya sebesar itu, PLTA Musi dapat menyuplay kebutuhan listrik di Bengkulu, Sumsel dan Lampung. Untuk wilayah Bengkulu listrik kami sangat aman, bahkan kami bisa menyuplai provinsi lain seperti Sumsel dan Lampung," ujarnya.
 
Masih kata Yuliandra, untuk PLTA Tes merupakan salah satu pembangkit listrik tertua di Indonesia. PLTA Tes awalnya terdiri dari dua unit dengan daya terpasang masing-masing unit 660 kW.
 
Kemudian pada tahun 1992 mulai beroperasi unit pembangkit baru dengan daya terpasng 4x4,4 MW. Dan saat ini sedang dilakukan pekerjaaan pembangunan unit extention dengan daya yang terpasang 4,4 MW.
 
PLTA Tes merupakan pembangkit listrik dengan tipe Run Of River, yang memanfaatkan aliran Sungai Kerahun untuk menggerakkan turbin.
Menurutnya, kebutuhan listrik merupakan kebutuhan utama. Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian, karena setiap kegiatan masyarakat membutuhkan listrik.
 
"Pengelolahan pembangkitan di sini akan dialirkan, dijual teman-teman PLN area," katanya.
Melalui gatering media ini, program yang PLN punya bisa tersampaikan ke masyarakat. Sinersitas PLN dan media, adalah kunci utama.
"PLTA Musi ini adalah obyek vital sistem kelistrikan. Karena ini sudah terkoneksi di Sumatera," bebernya.
 
Senior Manager SDM UIW S2JB Fery menambahkan, PLTA Musi adalah yang pertama dan terbesar di Sumatera.
"Proses produksinya, kendala di lapangan adalah teman-teman bekerja 400 meter di bawah tanah. Potensi kalau terjadi gempa dan banjir, taruhannya nyawa," jelasnya.
 
Mengenai tarif listrik, Feri menuturkan, sudah hampir tiga tahun terakhir tarif tidak naik. Tarif listrik di Indonesia paling murah se-ASEAN.
Manager UP 3 Bengkulu Nova Sagita menambahkan, tarif yang dikenakan PLN pernah tidak naik. Tarif PLN ini tidak boleh naik sampai 2019.
Untuk CSR , lanjut Nova, dari tahun ke tahun untuk Bengkulu itu naik. Bahkan untuk unit terbesar di Indonesia.

"Untuk pemberian CSR kami berkoordinasi dengan stakeholder. Pada 2016 CSR Rp 175 juta, 2017 Rp 1,6 miliar, dan 2018 Rp 2 miliar.
 
"Dana CSR itu sebagian besar untuk infrastruktur dan sarana ibadah. Kita berharap, masyarakat di sekitar sini merasakan manfaat dari PLN," harapnya.

sumber: http://sumsel.tribunnews.com/2018/12/21/plta-musi-mampu-amankan-listrik-tiga-provinsi