PLTA MUSI MAMPU AMANKAN LISTRIK TIGA PROVINSI
11 January 2019 | radartegal.com
 
JAKARTA - Pemerintah menargetkan menambah kapasitas pembangkit listrik sebesar 3.796 mw. Tambahan itu membuat kapasitas terpasang pembangkit listrik pada 2019 menjadi 66.565,71 mw. Pada 2018 total kapasitas pembangkit di Indonesia mencapai 62.589,71 mw atau bertambah jika dibandingkan dengan 2017 sebesar 60.790 mw.
 
Dirjen Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, kapasitas yang besar diperlukan untuk meningkatkan ketahanan energi. ’’Akses meningkat artinya tarif listrik affordable, tetapi juga jaga sustainable-nya. Yaitu, dari EBT (energi baru terbarukan),” ujarnya kemarin (10/1). Dengan begitu, pemerintah bisa menekan kenaikan tarif listrik nasional.
 
Seperti diwartakan, pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif listrik hingga akhir triwulan pertama 2019. Beberapa proyek yang akan beroperasi tahun ini adalah PLTU Tabalong di Kalimantan Selatan berkapasitas 2 x 100 mw. Proyek yang dibangun pada Juni 2016 oleh PT Tanjung Power Indonesia (TPI) tersebut direncanakan bisa beroperasi pada Maret 2019.
 
Ada pula PLTA Air Putih di Bengkulu sebesar 21 mw. Perkembangan konstruksi pembangkit yang direncanakan beroperasi pada akhir tahun tersebut saat ini sudah mencapai 89 persen. Selain itu, ada PLTU Pangkalan Susu di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pembangkit berkapasitas 2 x 200 mw tersebut diperkirakan beroperasi pada akhir 2019 dengan perkembangan konstruksi saat ini 86 persen.
 
Penambahan pembangkit juga sejalan dengan target pemerintah mendongkrak konsumsi listrik nasional. Pada 2019 target konsumsi listrik nasional mencapai 1.200 kWh per kapita. Naik dibandingkan tahun lalu 1.064 kWh per kapita.
 
Meski demikian, angka itu relatif rendah jika dibandingkan dengan konsumsi listrik negara lain di Asia Tengara seperti Malaysia dan Singapura yang masing-masing telah tembus 4.000 kWh per kapita dan 8.000 kWh per kapita.
 
Sementara itu, PT PLN Unit Induk Jawa dan Bali tahun ini berencana menambah investasi 9 unit trafo. Hal tersebut merupakan bagian dari proyek 35 ribu mw yang dicanangkan pemerintah. General Manager PLN Unit Induk Jawa dan Bali Soeroso mengatakan, tujuan investasi trafo adalah menjamin kebutuhan listrik di Jawa-Bali yang kini semakin meningkat.
 
’’Kapasitas trafo yang akan kami tambah tahun ini memang tidak terlalu besar, yaitu masih di bawah kapasitas trafo yang sudah dipasang tahun lalu. Tapi, cukup bermanfaat untuk menambah pasokan listrik,’’ jelasnya kemarin (10/1).
 
Pada 2018 PLN Unit Induk Jawa dan Bali telah menambah kapasitas trafo sebesar 2.570 MVA. Perinciannya, penambahan dari unit induk transmisi sebanyak 18 trafo dengan kapasitas 1.220 MVA dan dari unit proyek sebesar 1.350 MVA.
 
Executive Vice President Organisasi Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (JBTN) Ari Wardhana juga menambahkan, investasi trafo seperti itu nanti tidak hanya dilakukan di area Jawa-Bali, tetapi juga diharapkan sampai wilayah timur Indonesia.
 
’’PLN akan terus membangun infrastruktur ke berbagai daerah untuk memperlancar pasokan listrik. Bahkan sampai ke timur Indonesia seperti Lombok, NTB, dan NTT,’’ imbuhnya. (vir/car/c7/oki/jpg)